Bussines | September 27, 2016 at 01:17 PM post by aiskai (view 1378)

MENYEBUT kacang goyang, langsung terbayangkan dua kota di Sulut yang kini kian berkembang. Yaitu Kotamobagu dan Amurang. Yah, karena di dua kota inilah, Kotamobagu (Kota Kotamobagu) dan Amurang (Kabupaten Minahasa Selatan), menjadi sentra produksi kuliner khas Sulut yang selalu laris manis.

Dulu, untuk membedakan kacang goyang buatan Kotamobagu dan Amurang, relatif mudah. Yaitu dengan melihat warna gula bergerigi yang membalut kacang, ada putih, coklat, dan merah muda. Bila dalam satu kemasan kacang goyang, warnanya coklat dan putih, maka kemungkinan besar berasal dari Kotamobagu. Sementara bila dalam satu kemasan berpadu warna putih dan merah muda, maka itu buatan Amurang.

Hanya saja, saat ini pembuat kacang goyang baik di Kotamobagu maupun Amurang, sama-sama ada yang sudah memadukan warna gula pada kacang, apakah itu putih-coklat atau putih-merah. Jadi, sekarang tinggal dilihat di plastik kemasannya, apakah diproduksi di Kotamobagu ataukah di Amurang.

Dan sampai sekarang, warna kacang goyang masih sebatas warna coklat, putih, dan merah, belum ada yang mencoba warna lain!  Misalnya, hijau atau kuning, apalagi biru dan hitam.

Untuk membuat kacang goyang memang membutuhkan waktu yang relatif lama. Dimulai dengan menyangrai kacang hingga matang, lalu kemudian kulit arinya dikupas hingga terlihat ‘polos’. Setelah itu gula putih yang sudah dicairkan pun dipersiapkan. Bila hendak membuat kacang goyang warna coklat, maka gula cair itu ditambahi coklat.

Gula cair inilah yang akan menetes satu-satu ke tumpukan kacang yang diletakkan dalam nyiru. Media untuk meneteskan gula ini biasa dipakai batok kelapa yang dilubangi dan digantungkan di atas nyiru. Sementara di bagian bawah nyiru dipanaskan dengan kompor. Supaya kacang terkena jatuhan gula, maka nyiru digoyang-goyang (secara berirama) sehingga kacang bisa bergeser sana-sini.

Proses menggoyang nyiru secara berirama ini bisa berlangsung lebih dari lima jam. Tergantung ketebalan gula yang ‘membungkus’ kacang. Karena nyiru dipanasi dan digoyang berirama, gula pada kacang itu juga bergerigi. Kian bergerigi model kacang goyang itu, semakin oke penampilannya.

Sebagai kuliner khas Sulut, kacang goyang mudah dijumpai di toko ole-ole maupun di supermarket yang ada di Manado. Namun bila hendak membeli langsung di sentra pembuat kacang goyang pun bisa datang ke Amurang atau Kotamobagu, sekaligus menyaksikan proses pembuatan kuliner khas Sulut ini. Harganya pun terjangkau dan rasanya pun pasti akan selalu ingin nambah terus. (am)