Manado | March 07, 2018 at 06:54 PM post by aiskai (view 1438)

Manado—Penanganan dini pencegahan korupsi menjadi salah satu kegiatan prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara  dibawah pimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw di tahun 2018, hal itu sebagai tindaklanjut dari komitmen bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Dalam mengimplementasikan hal tersebut Pemprov Sulut langsung membentuk  tim untuk merancang aplikasi pencegahan korupsi berintegritas. Dengan adanya aplikasi ini dapat menekan tindak Korupsi dalam sistem pemerintahan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara  Edwin H. Silangen, SE, Ms,  Rabu (7/3) bertempat diruang rapat Sekda melakukan rapat koordinasi dengan SKPD terkait untuk merancang Penerapan Aplikasi Pencegahan Korupsi Terintegritas.

Dalam arahannya Silangen mengatakan Budaya anti korupsi harus diterapkan secara serius dalam sistem Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, pencegahan korupai harus menjadi harga mati sehingga Good Governance and Clean Governance dapat tercapai.

Disamping itu Sekda berharap apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dapat diimplementasikan di Oleh pemerintah kabupaten kota se Sulut.

Sebelumnya dalam rapat koordinasi pencegahan korupsi antara KPK bersama Pemprov Sulut beberapa waktu lalu, wakil ketua KPK Basariah Panjaitan  menuturkan pembangunan sistem tata kelola pemerintahan harus dilaksanakan dengan baik. Khususnya yang terkait dengan permasalahan yang dituangkan dalam rencana aksi program pencegahan dan penindakan korupsi terintegrasi.

KPK memandang sebagai contoh pencegahan korupsi  korupsi di area perencanaan dan penganggaran, serta pengadaan barang dan jasa di tingkat pemerintahan daerah dimulai dari perencanaan yang baik dan transparan, yang dapat diwujudkan melalui aplikasi e-planning dan e-budgeting.(hum)