Tourism and Culture | March 01, 2018 at 04:46 PM post by aiskai (view 1202)

Manado—Sulawesi Utara terus menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia. Setidaknya ini terlihat dari semakin bertambahnya jumlah wisman yang berkunjung ke daerah ini. Bahkan hingga akhir tahun 2017 kunjungan wisman terjadi peningkatan drastis hingga 321 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada tahun 2015 yakni sebanyak 27.059 orang wisman.

Hal ini tak lepas dari terobosan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE berhasil mengubah provinsi berjuluk 'Bumi Nyiur Melambai' itu menjadi daerah wisata diminati di Indonesia. Dibukanya penerbangan langsung dari beberapa kota besar di Cina ke Sulawesi Utara melalui lobi Gubernur Olly ke pemerintah pusat dan China adalah salah satu kunci dibalik keberhasilan itu.

"Kunjungan wisman pada tahun 2016 mencapai 48.288 orang atau melonjak drastis jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada tahun 2015 yakni 27.059 orang wisatawan dan terus meningkat pesat hingga 86.976 orang wisatawan di tahun 2017," ungkap Olly dalam materi presentasi pada kunjungan kerja Komisi X DPR RI yang digelar di Ruang C.J. Rantung, Kamis (1/3/2018) pagi.

Selain itu, peningkatan jumlah kunjungan wisman juga diikuti meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan nusantara dari 1.484.402 orang di tahun 2016 meningkat menjadi 1.698.523 orang di tahun 2017.

Menurut Olly, pihaknya bersyukur dengan peningkatan kunjungan wisatawan itu. Sebab, sambungnya, semakin meningkatnya kunjungan wisatawan, maka sangat berdampak pula bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Sulut.

Lanjut Olly, dirinya menyadari kunjungan wisatawan ke Sulut harus diimbangi dengan pelayanan prima kepada para wisatawan seperti wisman dari China. Hal itu dapat dicapai dengan baiknya penguasaan budaya dan bahasa.

Oleh karena itu, di hadapan Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI Ferdiansyah, SE, MM bersama anggota DPR RI lainnya, Gubernur Olly menyebutkan Pemprov Sulut telah berupaya meningkatkan kualitas SDM Pariwisata dengan mengutus ratusan pelajar Sulut ke China untuk mempelajari bahasa dan budaya China. "Kami telah mengirim ratusan orang ke China untuk belajar bahasa dan pariwisata. Saat ini ada sekitar 200 orang yang sedang belajar di China," ungkapnya. (hum)