Tourism and Culture | August 30, 2016 at 11:54 PM post by admin (view 1166)

Keindahan alam Kabupaten Bolaang Mongondow Timur menyimpan sejuta pesona. Banyak lokasi yang layak dikembangkan  menjadi destinasi wisata andalan. Salah satu destinasi yang menarik perhatian Expose Manado adalah Danau Bunong. Danau ini berada di Desa Togit, Kecamatan Tutuyan. Jarak dari Manado 135,76 Km dan bisa ditempuh dalam waktu empat jam. Danau yang memiliki luas 222 Ha ini memiliki keunikan yang tidak akan dijumpai di tempat lain. Danau Bunong terhubung dengan laut yang hanya berjarak dua kilometer. Sepanjang jalur sungai yang menghubungkan Danau Bunong dan laut, tumbuh lebat hutan mangrove.


Fotografer sekaligus penggiat lingkungan, Jamal Rahman yang sempat mendokumentasikan danau ini mengakui bahwa ketika menyusuri sungai mangrove Danau Bunong kita akan merasakan sensasi tersendiri.
”Kita menyusuri hutan mangrove menggunakan perahu. Sepanjang penyusuran, kita akan bertemu dengan berbagai jenis satwa khas hutan mangrove. Jalurnya yang panjang melewati hutan mangrove yang lebat betul-betul penuh sensasi,” tutur pria yang juga dikenal sebagai seniman multi talenta itu.
Selain memiliki jalur mangrove yang lebat serta sungainya yang bening,  Bunong juga menyimpan keanekaragaman hayati yang istimewa. Di antaranya Surabe atau Oyster Larva, sejenis tiram yang bentuknya unik. Surabe di Bunong cukup massif, bahkan bisa menutupi lumpur yang biasanya terdapat di sungai mangrove. Surabe banyak dicari masyarakat sekitar untuk dikonsumsi. Rasanya yang gurih untuk dijadikan lauk.

Surabe atau Oyster Larva (Foto: Jamal Rahman)


Untuk Anda yang ingin menikmati sisi lanskapnya, bisa datang pagi hari sambil menantikan mentari terbit dari atas bukit. Kemudian Anda bisa kembali ke danau sambil menumpang perahu nelayan danau dan menyusuri kabut pagi di sela lebatnya hutan bakau, atau berwisata mangrove trip.


Saat terik siang menyengat, kita dengan mudah bisa berteduh di bawah mangrove yang hijau dan sejuk. Dan ketika senja tiba, anda bisa menunggu kehadiran ikan Kawasi, sejenis nila kecil yang keberadaanya juga massif di danau ini. Ikan Kawasi merespon cahaya lampu bahkan perangkat selular anda, dengan cara melompat ke dalam perahu, sesekali menyambar sumber cahaya.


Danau kecil ini sebenarnya telah beberapa kali dikunjungi media televisi nasional dan diliput dalam salah satu program unggulan. Paling tidak ini menjadi pertanda bahwa Danau Bunong punya pesona cukup kuat. Jamal Rahman menganalogikan Danau Bunong adalah sebuah kemeriahan alam yang sungguh mengagumkan.
Sesungguhnya menyelami Bunong memang baru secuil, sebab Bolaang Mongondow Timur menyimpan banyak potensi wisata. Meski harus diakui saat ini gaungnya belum begitu terdengar. Padahal kabupaten yang baru berusia 7 tahun ini memiliki ratusan lokasi yang layak menjadi destinasi andalan.


Boltim juga punya beberapa spot wisata menarik seperti air terjun Mata Bulu di Kecamatan Nuangan, Pulau Nanas dengan hamparan pasir putih yang landai, spot diving di Pulau Racun dan Pulau Kumeke.
“Tentu jika dipublikasikan dengan maksimal, wisata Boltim bisa berkembang dengan cepat. Seiring dengan itu, seluruh pihak di Boltim juga harus berupaya menjaga kebersihan dan melestarikan kekayaan alam yang ada di sana,” kata Jamal.(jamal/yehabe)