Inspiring Figures | November 15, 2016 at 09:00 PM post by yehabe (view 903)

BISNIS online di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dan lewat bisnis online telah melahirkan banyak pengusaha-pengusaha muda. Bahkan dengan modal kecil, mereka bisa meraup omset hingga ratusan juta per tahun. Sukses bukan hanya milik kaum laki-laki. Tapi perempuan pun bisa membuktikan. Seperti kisah Yulia Pricilia Walandouw, perempuan kelahiran Manado 30 Juli 1979. Dengan modal Rp20 juta pada tahun 2012, Yulia memulai bisnis online nya. Bisnis yang digelutinya adalah travel. “Sebenarnya ada beberapa bisnis yang saya geluti lewat online. Paling banyak adalah kebutuhan perempuan mulai dari tas hingga pakaian. Tapi yang benar-benar saya seriusi diawal bisnis online itu yakni travel. Ini awalnya karena banyak teman dan saudara-saudara yang meminta saya untuk membelikan tiket mereka dari niatnya mau membantu eh semakin banyak yang membeli. Akhirnya saya memberanikan diri membuka travel tapi dengan konsep yang berbeda yakni tanpa kantor, karyawan dan bisa melayani dimana saja saya berada,”ceritanya.


Pada tahun-tahun pertama memulai bisnisnya tersebut, ada banyak cerita duka yang harus dihadapinya. Mulai dari ditipu hingga disepelehkan oleh teman dan saudara. “Waktu kena tipu itu saya mungkin menangis sehari semalam sama suami saya. Tapi saya tidak pernah berputus asa karena saya mempunyai mimpi untuk hidup bahagia bersama orang-orang yang saya kasihi. Apalagi saya dilahirkan bukan dari orang kaya tapi dari keluarga biasa,”sambung Yulia.

Ternyata setiap usaha yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh tidak akan sia-sia. Hanya dalam waktu tiga tahun, Yulia mulai menikmati setiap kerja kerasnya. Dia bisa membukukan puluhan hingga ratusan juta per bulan dari semua bisnis onlinenya. “Semua butuh proses. Tidak ada yang instan. Kuncinya hanya satu. Jangan pernah berputus asa jika menghadapi kesulitan. Karena setiap tetes air hujan yang jernih berasal dari awan yang gelap. Seberat apapun beban masalah yang kita hadapi saat ini, percayalah bahwa semua itu tak pernah melebihi batas kemampuan kita,”pungkas Yulia.(*)