Bussines | October 28, 2016 at 08:02 AM post by yehabe (view 1064)

GUBERNUR Sulawesi Utara pertama DR Sam Ratulangi jauh-jauh hari sudah memprediksikan bahwa Pasifik akan menjadi pusat perdagangan dunia. Dan Sulawesi Utara (Sulut) berada di kawasan Asia Pasifik yang memiliki geoposisi yang sangat strategis dimana terletak di antara Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Oleh sebab itu, Kepala Perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut DR Peter Jacobs SH, MPA menilai, Sulut akan menjadi masa depan di Kawasan Timur Indonesia. Apalagi Sulut memiliki potensi Sumber Daya Alam yang sangat kaya khususnya di sektor Pertanian, Perikanan, Pariwisata serta Mineral.  “Pertumbuhan ekonomi Sulut terus menunjukkan tren yang baik. Saya optimis jika target pertumbuhan ekonomi Pemerintah Provinsi Sulut dalam hal ini Bapak Gubernur Olly Dondokambey berada di angka tujuh persen lebih pada tahun 2021 bisa tercapai,”kata Jacobs di ruang kerjanya. Keoptimisan Jacobs ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi Sulut pada kuartal kedua yang naik menjadi 6,14 persen  dari kuartal pertama 5,96 persen. “Hanya saja masih banyak yang diharapkan bisa menjadi kontribusi pertumbuhan ekonomi yang harus terus kita genjot. Seperti mempercepat Bitung sebagai hub port di Kawasan Timur Indonesia bahkan menjadikan hub port ke kawasan Pasifik. Karena kita memiliki posisi yang sangat strategis. Dan saya yakin Pak Gubernur bisa melakukan itu. Begitu juga mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK,”paparnya. Selain itu ditambahkan pria berdarah Ambon-Batak ini, sudah saatnya perekonomian Sulut yang saat ini masih ber berbasis komoditas dirubah menjadi komoditas yang sudah dimodifikasi. “Ini harus didiorong oleh pemerintah. Saya contohkan kenapa daerah-daerah di Jawa sana pertumbuhan ekonominya pesat padahal komoditinya dari kita. Karena komoditi yang kita punya yang kita kirimkan ke mereka, dimodifikasi menjadi berbagai macam produk dan menjadi nilai jual yang lebih tinggi. Saya pikir Sulut itu anugerah Indonesia karena menjadi pintu masuk ke Asia Pasifik,”pungkas pecinta kopi hitam ini yang telah memiliki beberapa buku karangan sendiri seperti Manajemen Pinjaman Luar Negeri Swasta Indonesia dan Pelajaran Berharga Dari Krisis Keuangan Indonesia.(hesty)