News Update | October 13, 2016 at 02:48 PM post by aiskai (view 1187)

PROVINSI Sulawesi Utara kembali menjadi perhatian. Karena Sulut menjadi lokasi pelaksanaan event regional bertajuk  ASEAN Meetings on Disaster Management (AMDM) 2016, yang merupakan pertemuan tingkat menteri negara ASEAN dan lembaga-lembaga yang mengurusi manajemen penanggulangan risiko bencana.

Pada AMDM 2016 dikedepankan tema One ASEAN Community of Better Resilience. Ada beberapa pertemuan pun dilaksanakan, seperti 4th ASEAN Ministerial Meeting on Disaster Management and 5th of the Meeting of the Conference of the Parties to the AADMER. Juga ada 29th Meeting of the ASEAN Committe on Disaster Management, kemudian  5th Meeting of the Governing Board of the AHA Centre, serta 6 th Meeting of the Joint Task Force to Promote Sunerby with Other Relevant ASEAN Bodies on HADR. Event ini pun sudah berlangsung pada 11-13 Oktober di Manado.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE saat menyampaikan sambutan pengantarnya memberikan apresiasi yang tinggi sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh delegasi tingkat Menteri Negara-Negara ASEAN yang membidangi penanggulangan bencana, karena Provinsi Sulut dipilih menjadi  tuan rumah penyelenggaraan AMDM 2016.

Kegiatan yang dibuka Menteri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pupera) DR Ir M Basoeki Hadimoeljono MSc mewakili Presiden RI Joko Widodo di Grand Kawanua Internasional Convention (GKIC) Manado, Kamis (13/10), menurut Gubernur bisa memberi manfaat yang besar bagi masyarakat di daerah Sulut untuk mengantisipasi terjadinya bencana ke depan.

Selain delegasi dari ASEAN. Olly juga menyampaikan terima kasihnya kepada Menteri Pupera, Kepala BNPB Willem Rampangiley serta seluruh Kepala BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia dimana kehadiran peserta semua membuat daerah Sulut semakin ramai dikunjungi.

Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei berpesan bahwa kompleksitas dari strategi penanggulangan bencana membutuhkan kerjasama, kolaborasi, dan komitmen semua pihak sebagai upaya mengembangkan budaya pengurangan risiko bencana. “Konsekuensi dari kemitraan penanggulangan bencana dapat dilaksanakan secara terarah dan terpadu”, kata Willem yang juga selaku Chair pada Pertemuan ke-4 ASEAN Ministerial Meeting on Disaster Management (AMMDM).

Sementara itu, “Peringatan Bulan PRB bertujuan untuk membangun kesadaran bersama, membangun dialog dan mengembangkan jejaring antar pihak dalam konteks pengurangan risiko,” kata Wisnu Widjaja, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB pada acara Pembukaan Peringatan Bulan PRB 2016 di Novotel, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Kamis (13/10). Di samping itu, Wisnu menambahkan bahwa peringatan ini merupakan ajang pembelajaran bersama bagi pelaku PRB di seluruh Indonesia. (*)