News Update | October 14, 2016 at 12:10 AM post by aiskai (view 1133)

BAHOWO semakin menasional. Iya, karena salah satu lokasi area percontohan mangrove di Sulut ini menjadi tempat penanaman pohon bakau oleh peserta AMDM (ASEAN Meetings on Disaster Management) 2016, yang berlangsung di Manado, Kamis (13/10).

Penanaman bakau ini dilakukan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Dr Ir M Basoeki Hadimoeljono MSc, yang mewakili Presiden RI membuka pelaksanaan AMMDM 2016, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondodokambey SE, bersama dengan delegasi Menteri Negara-Negara ASEAN yang membidangi penanggulangan bencana.

Kehadiran hutan bakau atau mangrove ini diharapkan bisa mengurangi risiko bencana yang berhubungan dengan pesisir dan laut, misalnya mengurangi dampak bila terjadi tsunami seperti pengalaman di Aceh dan Sumatera Utara, atau mencegah terjadi aberasi pantai. Selain itu, kehadiran mangrove juga sangat mendukung ekosistem pesisir dan laut, serta menunjang pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan.

Masyarakat Bahowo di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, yang secara mandiri mengelola sumberdaya alam pesisir secara berkelanjutan, serta menjaga area mangrove atau hutan bakau tetap lestari. Beberapa area yang sempat rusak pun ditanami untuk ‘dihutankan’ kembali. Dan apa yang dilakukan masyarakat Bahowo ini telah menjadi contoh di Sulut, nasional, regional ASEAN.

Usai penanaman bakau, Gubernur dan Menteri Hadimoeljono meninjau pembangunan jembatan Tiran, pembangunan Flye Over Maumbi samping Ring Road 1 dan jalan tol Manado-Bitung serta meninjau lokasi pembangunan bendungan Kuwil desa Kuwil Minut. (*)