Tourism and Culture | November 11, 2016 at 08:32 AM post by aiskai (view 754)

Kota Tomohon tak hanya dikenal sebagai kota Bunga yang rutin menggelar TIFF (Tomohon International Flower Festival) saja. Tapi, Tomohon juga mengoleksi sejumlah destinasi wisata geologikal dan geothermal yang khas. Semuanya pun tersebar di berbagai tempat di kota Tomohon dan relatif mudah dijangkau. Asyiknya lagi, berbagai lokasi geowisata itu pun dijelajahi dalam paket tur satu hari saja.

Tim Expose Manado pun secara khusus merancang paket tur geowisata Tomohon dan kemudian mengunjungi destinasi itu satu per satu. Hasil jelajah geowisata Tomohon ini kemudian disajikan bersambung pada bagian kelima ini.


Baku-bantu menjadi pekerjaan lebih mudah dan cepat selesai. (foto ais)

SAAT bersantap menikmati sajian dari pengelola rumah di Bukit Temboan, dari kejauhan terdengar bunyi ‘tok-tok-tok-tok.....’. Suara itu sepertinya dari sekitar perkebunan holtikultura Rurukan. Beberapa jenak kemudian, terdengar pula teriakan memanggil saling bersahutan. Ada apa?

‘’Itu suara tetengkoren yang dipukul. Berarti ini tanda istirahat. Juga untuk memanggil mereka yang bekerja di kebun untuk makan siang,’’ kata Okta Lintong, pengamat pariwisata dari Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado, yang hari itu menemani tim Expose Manado perjalanan wisata di Tomohon.

‘’Sistem mapalus masih diterapkan di sini. Para petani saling bantu mengerjakan lahan pertanian. Dengan berkelompok dan bergotong-royong, pekerjaan menjadi lebih mudah, ringan, dan cepat pengerjaannya,’’ papar Lintong.

Bekerja bersama dan baku-bantu saat berkebun hanyalah salah satu kegiatan dari tradisi mapalus yang masih dipertahankan di Rurukan. Mapalus pun menjadi bagian dari kearifan lokal di Sulawesi Utara, sekaligus kekayaan budaya Indonesia. Kearifan lokal lain yang juga masih kuat diterapkan di Rurukan adalah tradisi menanam. Karena kita sendiri juga yang akan menuai hasilnya. Tak heran kalau Rurukan termasuk wilayah di Sulut yang memiliki sistem pertanian yang baik. Hasil-hasil produk pertanian, terutama jenis holtikultura yang memang cocok ditanam di wilayah ketinggian, banyak dan sudah lama dipasok dari Rurukan.

Iya, melihat langsung aktivitas kearifan lokal juga menjadi bagian dari program wisata. Dan Sulut pun  mengoleksi beragam kearifan lokal yang pantas ditampilkan sebagai upaya untuk terus menjaga kelestarian lingkungan hidup dan budaya, sekaligus menunjukkan kekayaan bumi Indonesia yang beragam. (bersambung/ak)